Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Mei 2017

Perlukah Wanita Cukur "Bulunya" ?

Bagi kaum wanita yang sangat memperhatikan kebersihan intim kewanitaan, mencukur bulu kemaluan adalah hal yang sangat penting. Namun ada juga para wanita yang enggan untuk melakukannya. Padahal mencukur bulu kemaluan wanita mempunyai manfaat yang luar biasa.

Dengan tumbuhnya bulu kemaluan berarti menandakan seorang wanita telah menjadi dewasa dan mengalami proses kematangan seksual. Bulu kemaluan memang berfungsi untuk melindungi organ intim kewanitaan yang sangat sensitif. Selain, itu juga bisa mengurangi terjadinya gesekan-gesekan saat melakukan hubungan intim.

Tapi meskipun begitu, bulu kemaluan ini tidak boleh dibiarkan tumbuh terus. Perlu juga untuk dirapikan, agar dapat diperoleh beberapa manfaat dari mencukur bulu kemaluan. Terdapat anjuran untuk mencukur bulu kemaluan agar terhindar dari berbagai penyakit dan bakteri.

Seperti dikutip TribunStyle.com dari akun YouTube Sekedar Info, ada anjuran manfaat mencukur bulu kemaluan menurut islam. Manfaat mencukur bulu kemaluan :

1. Organ wanita lebih terjaga

Bulu kemaluan yang dibirakan panjang bisa menjadi sarang berkembangnya jamur, bakteri dan juga kuman. Hal ini bisa memicu terjadinya keputihan tidak normal atau infeksi pada saluran kencing. Karena bulu kemaluan yang tidak dipotong bisa mendorong organ intim kewanitaan menjadi lebih lembab. Apalagi jika setelah buar air kecil atau buang air besar. Tentunya akan lebih kesulitan karena harus mengeringkan banyaknya bulu kemaluan.

2. Terhindar dari bau

Organ inti kewanitaan yang terlalu lembab dan sering berkeringan karena lebatnya bulu kemaluan bisa menyebabkan munculnya bau tak sedap. Hal ini tentunya sangat mengganggu terutama bagi kaum wanita yang telah menikah.

3. Kebersihan saat menstruasi

Saat menstruasi tentu akan menimbulkan rasa tidak nyaman karena adanya bulu kemaluan yang terlalu lebat. Karena darah menstruasi bisa tertinggal di bulu kemaluan yang bisa memicu timbulnya rasa gatal. Selain itu bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri yang merugikan kesehatan organ intim kewanitaan.

4. Meningkatkan rasa percaya diri

Terutama bagi wanita yang telah menikah, menjaga kebersihan organ intim ini bisa menimbulkan rasa percaya diri. Karena organ intim kewanitaan yang bersih, segar dan tidak mengeluarkan bau yang kurang sedap bisa membuat lebih percaya diri di hadapan pasangan. Apalagi saat melakukan hubungan intim. Namun hal yang harus diperhatikan mencukur bulu kemaluan ini tidak boleh dilakukan sembarangan. Sebelum mencukur, harap pastikan dulu alat-alat yang digunakan untuk merapikan bulu kemaluan.

Selasa, 16 Mei 2017

Ini Alasan Kenapa Kamu tak Boleh Langsung Tidur setelah Makan

Setelah makan makanan enak dan perut kenyang, lantas apa yang biasanya muncul setelahnya? Tentu saja rasa mengantuk. Dan rasa kantuk ini membuatmu sama sekali tidak bisa menahannya hingga membuatmu menyeret tubuh ke atas kasur dan tidur. Nyatanya, tindakan langsung tidur setelah makan tak diperbolehkan di dunia medis, lho. Setidaknya kamu harus memberi jeda 1-2 jam untuk kemudian tidur setelah makan.

Alasannya?

"Tidur segera setelah makan akan menyebabkan naiknya asam lambung dan mengganggu proses pencernaan. Selain membuat perut jadi kembung, tindakan ini bisa menyebabkan obesitas," terang penelitian yang dilansir dari thehealthsite.com ini.

Lalu apa yang dilakukan untuk mengusir rasa kantuk ini? Well, kamu bisa berjalan-jalan santai untuk menurunkan makanan serta membakar timbunan kalori yang mungkin terjadi segera setelah kamu makan. Sumber: merdeka.com

Awas, Botol Plastik dan Kaleng Bisa Picu Hipertensi

Jakarta, 15 Mei 2017 Apakah Anda termasuk orang yang sering minum dari kaleng dan botol plastik? Anda mungkin perlu mengubah kebiasaannya. Kenapa? Hello Sehat (hellosehat.com) akan memberikan penjelasannya kepada Anda. Sebuah studi baru menunjukkan bahwa bahan kimia yang umum dalam wadah minuman kaleng dan botol plastik dapat meresap ke dalam minuman dan meningkatkan tekanan darah dalam beberapa jam.

Penelitian ini menimbulkan kekhawatiran baru tentang kimia bisphenol A, atau BPA, yang banyak ditemukan dalam botol plastik, kemasan plastik, dan lapisan kaleng makanan dan minuman. Paparan kronis BPA telah dikaitkan dengan penyakit jantung, kanker, dan masalah kesehatan lainnya. Namun studi terbaru ini menunjukkan bahwa bahan kimia memiliki dampak langsung dan cepat pada kesehatan jantung.

Studi ini menemukan bahwa ketika orang minum susu kedelai dari kaleng, kadar BPA dalam urin mereka meningkat secara drastis dalam waktu dua jam, begitu juga dengan tekanan darah mereka. Tapi ketika mereka minum minuman yang sama dari botol kaca yang mana tidak mengandung BPA, tidak ada perubahan yang signifikan pada tingkat BPA atau tekanan darah.

Jika terjadi sesekali saja mungkin tidak terlalu berbahaya. Tapi temuan ini menunjukkan bahwa orang-orang yang minum dari beberapa kaleng atau botol plastik setiap hari, dalam jangka waktu panjang dapat terjangkit hipertensi.

Studi ini juga menunjukkan, sekitar 30 persen orang dewasa menderita hipertensi dan memiliki paparan BPA di mana-mana. Seiring dengan tingkat hipertensi yang tinggi di negeri ini, yang makin lama juga makin meningkat, tidak ada yang benar-benar menyadari pengaruh botol minuman plastik dan kaleng sebagai salah satu penyebab hipertensi.

BPA telah digunakan sejak tahun 1960-an untuk membuat produk sehari-hari yang tak terhitung jumlahnya seperti botol plastik, wadah makanan, lensa kontak, cangkir, bahkan botol bayi. Bahan kimianya dapat larut ke dalam makanan, dan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang Amerika yang telah diuji memiliki BPA dalam urin mereka.

BPA merupakan endokrin yang dapat meniru estrogen. Pada tahun 2012, the Food and Drug Administration mengatakan BPA tidak bisa lagi digunakan dalam botol bayi dan cangkir minum anak-anak. Pada tahun 2010 pemerintah Kanada bahkan secara resmi menyatakan BPA merupakan zat beracun dan dilarang untuk semua produk anak-anak.

Beberapa penelitian mengaitkan tingkat BPA tinggi pada urin dengan risiko hipertensi, jantung, dan penyakit arteri perifer. Namun penelitian ini hanya menunjukkan korelasi saja, dan tidak memberikan bukti bahwa BPA adalah penyebabnya.

Penelitian terbaru meneliti 60 responden yang berusia lanjut, yang sebagian besar adalah perempuan. Mayoritas responden tidak memiliki riwayat tekanan darah tinggi. Mereka kemudian ditugaskan untuk minum susu kedelai dari kaleng atau botol kaca tiga kali seminggu.

Para peneliti memilih susu kedelai karena tidak memiliki sifat meningkatkan tekanan darah. Dan tidak seperti soda, jus buah, dan minuman asam lainnya yang dapat menyerap BPA dari wadah plastik, susu kedelai dianggap cukup netral.

Ketika minum dari botol kaca, studi menemukan bahwa kadar BPA di urin mereka tetap cukup rendah. Tapi dalam waktu dua jam setelah minum dari kaleng, tingkat BPA mereka sekitar 16 kali lebih tinggi.

Seiring dengan tingkat BPA yang naik, demikian pula hasil tes tekanan darah sistolik mereka yang menunjukan rata-rata sekitar lima milimeter air raksa. Secara umum, setiap kenaikan 20 milimeter tekanan darah sistolik menggandakan risiko penyakit kardiovaskular.

BPA dikenal untuk memblokir reseptor estrogen tertentu yang dianggap dapat memperbaiki pembuluh darah dan mengontrol tekanan darah. Bahan kimia ini juga dapat mempengaruhi tekanan darah secara tidak langsung dengan mengganggu hormon tiroid.

Mengenai permasalahan penyakit hipertensi atau jantung, dokter dan pasien harus menyadari potensi meningkatnya tekanan darah saat mengonsumsi makanan dan minuman kaleng.

Oleh karena itu, disarankan untuk memilih makanan segar dan botol kaca daripada kaleng dan kemasan plastik. Karena kekhawatiran konsumen, beberapa botol dan produk makanan kemasan sekarang menulis klaim bebas BPA pada label mereka. Namun, produk ini sering mengandung alternatif kimiawi serupa, seperti bisphenol S. Satu studi dalam jurnal Environmental Health Perspectives menemukan bahwa produk plastik yang diiklankan bebas BPA masih dapat menyerap bahan kimia lain dengan aktivitas estrogenik, yang beberapa di antaranya bahkan lebih berbahaya daripada BPA.

Tentang Hello Sehat Indonesia

Didirikan pada April 2016, Website Hello Sehat membahas lebih dari 15.000 topik seputar gaya hidup sehat, kehamilan, kesehatan keluarga, termasuk juga kamus penyakit dan obat yang semua kontennya telah diverifikasi oleh dokter dan ahli kesehatan profesional. Sebagai bagian dari Hello Health Group, kami bertujuan untuk menjadi penyedia informasi kesehatan nomor satu di Indonesia, yang memungkinkan semua orang mendapat akses ke warta kesehatan yang terpercaya, sekaligus menginspirasi masyarakat untuk hidup lebih sehat dan bahagia. Sumber: merdeka.com

Teh Celup, Praktis namun Merusak Kesehatan Tubuh, Ketahui Penyebabnya

Menyeruput teh di pagi hari untuk meningkatkan semangat atau di sore hari untuk membuat tubuh rileks terasa menyenangkan.

Well, penikmat teh yang seperti apakah kamu? Apakah kamu doyan minum teh celup atau teh tubruk?

Dilansir dari thehealthsite.com, minum teh celup ternyata mampu memperburuk kesehatan.

"Kantong teh kadang dilapisi dengan epiklorohidrin, karsinogen yang aktif di air panas. Jika tidak dilapisi dengan bahan tersebut, kantong teh kini juga diproduksi dari plastik seperti PVC dan nilon bersifat food grade yang bisa rusak saat disiram dengan air panas," ungkap penelitian ini.

"Selain itu, banyak kantong teh pula yang mengandung residu pestisida yang saat tercerna tubuh bisa membahayakan kesehatan."

Nah, karena teh celup bisa membahayakan kesehatanmu, maka para ahli kesehatan pun menyarankan agar kamu minum teh tubruk saja. Akan lebih sehat pula jika teh yang kamu pilih berasal dari daun teh organik yang rendah akan kandungan pestisida di dalamnya. Sumber: merdeka.com