Tampilkan postingan dengan label Makanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makanan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Mei 2017

Ternyata Cuma Gini Cara Sering Makan di Restoran Tanpa Kuras Kantong

Makan dan nongkrong di kafe dan restoran setiap akhir pekan memang sudah menjadi gaya hidup tersendiri saat ini, terutama bagi orang-orang yang tinggal di daerah perkotaan. Biasanya kegiatan seperti ini rutin dilakukan baik bersama keluarga maupun teman-teman. Makan atau nongkrong ini dimanfaatkan banyak orang untuk melepas penat dari pekerjaan kantor ataupun sekadar ingin berkumpul bersama orang-orang terdekat. Akan tetapi makan dan nongkrong ini pun juga bukanlah hal yang baik karena dapat menyebabkan pemborosan, apalagi jika anda terlalu sering melakukannya.

Namun sebenarnya ada cara tersendiri agar tetap bisa sering makan dan nongkrong di kafe atau restoran tanpa takut bikin kantong jebol. Berikut ini beberapa tips hemat yang mungkin bisa dicoba, seperti dikutip dari www.cermati.com, Minggu (14/5/2017):

1. Manfaatkan kartu kredit

Bagi pengguna kartu kredit, Anda bisa memanfaatkan kartu kredit yang dimiliki agar dapat menghemat pengeluaran. Biasanya kartu kredit bekerja sama dengan beberapa restoran-restoran tertentu dengan mengeluarkan diskon atau promo.

Untuk itu, Anda harus rajin mengecek promo berupa diskon atau cashback pada kartu kredit. Anda bisa mengeceknya di situs-situs bank kartu kredit yang Anda miliki. Diskon dan cashback tersebut tentunya akan sangat menguntungkan karena membuat pengeluaran menjadi berkurang.

Selain itu cek pula di mana saja restoran-restoran yang memiliki kerja sama dengan kartu kredit yang dimiliki. Jadi Anda tetap bisa makan dan nongkrong tanpa perlu takut bila kantong terkuras.

Restoran Baru Buka

2. Pilih Jam Makan Happy Hour

Beberapa restoran biasanya menawarkan promo makan dan minum pada hari atau jam-jam tertentu yang biasa dikenal dengan "happy hour".

Harga makanan yang ditawarkan lebih murah dibandingkan dengan hari atau jam lainnya. Namun tentunya untuk mendapatkan harga tersebut biasanya anda harus membeli dalam persyaratan tertentu misalnya saja dengan transaksi dengan jumlah minimal yang sudah ditentukan ataupun membeli paket promo yang sudah disiapkan pihak restoran atau kafe.

3. Pilih restoran yang baru buka

Cara lainnya yang dapat dilakukan untuk menghemat makan dan nongkrong di restoran adalah dengan memilih restoran yang baru dibuka. Anda bisa mencari info-info dari sosial media mengenai restoran atau kafe mana yang baru dibuka.

Biasanya untuk menarik perhatian konsumen, beberapa restoran yang baru akan menawarkan harga atau paket promosi yang murah dan tentunya menarik. Anda bisa memanfaatkan kondisi untuk untuk makan dan nongkrong hemat.

Pantau Akun Sosial Media

4. Makan ramai-ramai

Tips lainnya yang bisa dicoba adalah dengan mengajak teman atau keluarga nongkrong dan makan di kafe. Jika ingin hemat, maka sebaiknya jangan makan sendirian. Beberapa promo menarik yang ditawarkan restoran biasanya mengharuskan Anda mengajak beberapa orang dengan minimal tertentu.

Tidak hanya itu, biasanya promo dari kartu kredit juga memberlakukan minimum tertentu pada setiap transaksi. Selain jatuhnya menjadi lebih murah, Anda juga bisa mengumpulkan poin reward untuk kartu kredit yang dimiliki. Dengan makan beramai-ramai, Anda juga bisa mencicipi berbagai menu makanan yang ditawarkan restoran tanpa perlu takut bila isi dompet menjadi terkuras.

5. Pantau akun sosmed

Beberapa restoran atau kafe biasanya memiliki akun sosmed seperti instagram, twitter, facebook, dan lainnya. Bila sering makan di kafe atau restoran tersebut, sebaiknya Anda mengikuti atau mem- follow akun-akun sosial media yang mereka miliki.

Biasanya banyak sekali diskon atau promo yang diberikan oleh restoran dengan syarat konsumen melakukan berbagi momen pada saat makan di restoran tersebut. Ada pula restoran atau kafe yang memberikan voucher-voucher diskon dengan menggunakan aplikasi chatting. Dengan begitu Anda bisa menghemat pengeluaran nongkrong rutin dengan cara yang cukup mudah.

Makan Hemat Tanpa Takut Kantong Jebol

Anda tetap dapat menikmati rutinitas dengan makan dan nongkrong di kafe atau restoran favorit anda tanpa takut terjadi pemborosan. Manfaatkan setiap momen dan kesempatan yang ada yaitu diskon, promo, happy hour, dan lainnya dari pihak restoran yang dapat menguntungkan Anda. Sumber: bisnis.liputan6.com

Selasa, 09 Mei 2017

Bagikan! Kita Dibohongi Saat Beli Jenis Makanan Ini, Salah Satunya Air Kemasan

Tidak semua produsen jujur dengan konsumen. Terkadang, saat membeli produk di toko, konsumen bahkan tidak tahu pasti apa saja bahan pembuatnya. Karena itu, BrightSide.me telah mengumpulkan 13 produk yang kebenaran bahan pembuatnya tidak diberitahukan secara gamblang. 

Makanan Berpotensi Bahaya
1. Keripik Kentang
Sebagian besar produk keripik tidak dibuat dari kentang asli. Pabrikan menggunakan tepung (gandum atau jagung) dan campuran pati. Adonan pembuat keripik mengandung tidak lebih dari 42 persen kentang. Warna dan rasa 'alami' dicapai dengan bantuan zat aditif makanan. Sebenarnya ada juga produsen yang menggunakan kentang asli. Satu bungkus besar keripik kentang rata-rata dibuat dari 2 kentang asli. Namun, produk semacam itu dikenai pajak yang lebih besar. Karena itulah keripik kentang asli harganya tidak mungkin murah.

2. Keju Sandwich
Kebanyakan keju (sandwich, parutan, atau irisan) tidak selalu mengandung keju asli. Untuk menghemat uang dan menyederhanakan prosesnya, beberapa produsen mengganti susu dengan protein whey atau minyak sawit.Yang semacam ini disebut dengan produk keju, bukan keju asli. Tapi tulisan produk keju ini mungkin tidak ditunjukkan pada labelnya. Keju asli harus terbuat dari susu alami dan tidak mengandung lemak nabati. Keju yang mengandung minyak sawit hancur saat diiris. Dan jika ditekan, bekasnya akan tetap ada, dan muncul sedikit cairan. Keju semacam ini tidak mengandung penyedap alami.

Minuman Berpotensi Bahaya
3. Makanan Kaleng
Pada label produk kalengan biasanya Anda dapat menemukan berat total bahan dalam huruf besar, dan sedikit di bawahnya adalah bobot produk yang dikeringkan. Dalam produksi dan pengemasan makanan kaleng, sedikit penyimpangan dari berat bersih (berbeda untuk setiap produk) diperbolehkan. Dan penyimpangan ini sering menunjukkan angka yang lebih kecil.

4. Saus Keju
Jika ada yang menyebut saus keju, bukan berarti mengandung keju. Umumnya, semua saus memiliki dasar yang sama, dan rasa yang kuat dan spesifik yang dicapai dengan bantuan perasa makanan, yang sebagian bisa saja alami.

5. Cokelat dengan Kacang
Salah satu rayuan manis produsen cokelat adalah 'banyak taburan kacangnya'. Padahal, kenyataannya cokelat hanya mengandung 3-5 kacang. Tentu saja kacang tersebut bisa saja dari jenis yang rendah kualitasnya. Konsumen tak mungkin tahu perbedaannya, tapi harganya tetap saja 2-3 kali lebih mahal.

6. Chicken Nuggets
Meski namanya chicken nuggets, tapi tidak banyak mengandung daging ayam. Faktanya, Campuran untuk nugget klasik hanya terdiri dari 50% daging cincang ayam. Sisanya 50 persen adalah kedelai dan daging sapi.

7. Kopi Instan
Apapun yang mereka katakan dalam iklan, kopi instan tidak bisa 100% alami kopi. Ya, kopi instan terbuat dari kacang alam yang digiling dan diolah dengan air panas. Kemudian mereka berubah menjadi bubuk (kopi instan), butiran (butiran), atau beku dan dikeringkan (dikeringkan beku). Namun sebagai akibat dari proses ini, kopi kehilangan sebagian besar rasa dan aromanya. Kekurangan ini dikoreksi dengan bantuan perasa.

8. Ice Tea
Ice tea terbuat dari ekstrak teh yang dimasak, dikeringkan, dan diubah menjadi bubuk. Setelah itu diangkut dan kemudian dibuat dengan air. Karena itu gelas yang diberi ice tea mengandung kurang dari 1 persen teh itu sendiri, dan sisanya adalah gula, air, dan perasa.Jika keterangan komposisi tidak mengandung kata ekstrak teh, artinya ice tea hanya berisi air biasa yang dibuat mirip teh dengan bantuan berbagai perasa. Ice tea tidak mengandung daun segar dan biji teh alami - produsen menggunakan perasa (yang kadang tidak selalu alami).

9. Air Kemasan
Kebanyakan air kemasan yang kita beli adalah air keran siap minum. Apapun mereknya, karena telah melalui berbagai tahap pembersihan, jumlah elemen yang berguna dalam air tersebut berkurang menjadi nol. 
Sumber: dream.co.id